Senin, 05 Oktober 2015

PENGARUH SUHU TERHADAP LAJU RESPIRASI KECAMBAH

Posted by Mega Raunsai On 00.09 | 1 comment
Setiap sel akan terus menerus melakukan respirasi, sering menyerap O2 dan melepaskan CO2 dalam volume yang sama. Respirasi lebih dari pertukaran gas secara sederhana. Proses keseluruahan merupakan preoses reaksi oksidasi-reduksi, yaitu senyawa dioksidasi menjadi CO2 , sedangkan O2 yang diserap direduksi membentuk H2O. Pati, fruktan, sukrosra atau gula lainnya, lemak, asam organic, dan pada keadaan tertentu bahkan protein, dapat bertindak sebagai substrat respirasi. Respirasi umum glukosa, misalnya ditulis sebgai berikut:


C6H12O6+ 6O2             6CO2 + 6H2O + energi

           
Sebagian besar energi yang dilepaskan selama  respirasi kira-kira 2870 kj atau 686 kcal per mol glukosa-berupa bahang. Bila suhu rendah, bahang ini dapat merangsang metabolisme dan menguntungkan beberapa spesies tertentu, tetapi biasanya bahang tersebut dilepas ke atmosfer atau tanah, dan berpengaruh kecil terhadap tumbuhan. Yang lebih penting dari bahang ini adalah energi yang terhimpun dalam ATP, sebab senyawa ini digunakan untuk berbagai proses esensial dalam kehidupan, misalnya, pertumbuhan dan dan penimbunan ion.
           
Faktor-faktor yang mempengaruhi respirasi:
  1. ketersediaan substrat
  2. ketersediaan oksigen
  3. jenis dan umur tumbuhan
  4. suhu


Suhu berpengaruh terhadap laju respirasi. Sebagian tumbuhan dan spesies tumbuha n, Q10 respirasi biasanya 2,0 samapi 2,5 pada suhu anatar 2 dan 25’C. Bila suhu meningkat lebih jauh sampai 30 atau 35’C, laju respirasi tetap meningkat, tapi lebih lambat, jadi Q10 menurun.

CAHAYA DIBUTUHKAN UNTUK FOTOSINTESIS

Posted by Mega Raunsai On 00.00 | No comments
LAPORAN RESMI
FISIOLOGI TUMBUHAN DASAR
CAHAYA DIBUTUHKAN UNTUK FOTOSINTESIS



Di susun oleh : Kelompok 6

Nanda Dwiana Eliza               (09308144035)
Marlin Megalestin Raunsai     (09308144036)
Angela Iranasari Kulla            (09308144037)
Erma Apriyanti                       (09308144038)
Afika Herma Wardani             (09308144039)


JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2010

A.    TOPIK
Membuktikan apakah cahaya mutlak dibutuhkan untuk fotosintesis?

B.      TUJUAN
Membuktikan apakah cahaya mutlak dibutuhkan untuk fotosintesis.

C.    LATAR BELAKANG
Hampir semua tumbuhan melakukan proses kimiawi untuk menghasilkan makanannya yaitu dengan fotosintesis.  Fotosintesis dapat dikatakan sebagai proses penyusunan zat karbohidrat dengan cahaya matahari sebagai energinya. Fotosintesis dapat berjalan karena adanya cahaya matahari. Untuk dapat mengetahui pakah cahaya matahari dibutuhkan dalam fotosintesis pada daun dan untuk membuktikan apakah cahaya matahari mutlak dibutuhkan untuk fotosintesis maka praktikum kali menjadi sangatlah penting dilakukan.
Tumbuhan merupakan makhluk autrorof (mengolah bahan makanan sendiri). Untuk memperoleh makanannya, tumbuhan harus melakukan proses fotosintesis. Berasal dari kata foton = cahaya, sintesis = penyusunan. Fotosintesis adalah proses penyusunan zat organik (gula) dari zat anorganik (air, karbondioksida) dengan pertolongan cahaya dan terjadi pada kloroplas.
Pada dasarnya proses fotosintesis merupakan kebalikan dari proses respirasi. Proses respirasi bertujuan memecah gula menjadi karbon dioksida, air, dan energi. Sebaliknya proses proses fotosintesis mereaksikan air dan karbondioksida menjadi gula dengan energi matahari.



D.    TINJAUAN PUSTAKA
Tumbuhan terutama tumbuhan tingkat tinggi, untuk memperoleh makanan sebagai kebutuhan pokoknya agar tetap bertahan hidup, tumbuhan tersebut harus melakukan suatu proses yang dinamakan proses sintesis karbohidrat yang terjadi dibagian daun satu tumbuhan yang memiliki kloropil, dengan menggunakan cahaya matahari. Cahaya matahari merupakan sumber energi yang diperlukan tumbuhan untuk proses tersebut. Tanpa adanya cahaya matahari tumbuhan tidak akan mampu melakukan proses fotosintesis, hal ini disebabkan kloropil yang berada didalam daun tidak dapat menggunakan cahaya matahari karena kloropil hanya akan berfungsi bila ada cahaya matahari (Dwidjoseputro, 1986).
Karbohidrat merupakan senyawa karbon yang terdapat di alam sebagai molekul yang kompleks dan besar. Karbohidrat sangat beraneka ragam contohnya seperti sukrosa, monosakarida, dan polisakarida. Monosakarida adalah karbohidrat yang paling sederhana. Monosakarida dapat diikat secara bersama-sama untuk membentuk dimer, trimer dan lain-lain. Dimer merupakan gabungan antara dua monosakarida dan trimer terdiri dari tiga monosakarida (Kimball, 2002).
Fotosintesis berasal dari kata foton yang berarti cahaya dan sintesis yang berarti penyusunan. Jadi fotosintesis adalah proses penyusunan dari zat organic H2O dan CO2 menjadi senyawa organik yang kompleks yang memerlukan cahaya. Fotosintesis hanya dapat terjadi pada tumbuhan yang mempunyai klorofil, yaitu pigmen yang berfungsi sebagai penangkap energi cahaya matahari (Kimball, 2002).
Energi foton yang digunakan untuk menggerakkan elektron melawanan gradient panas di dalam fotosistem I dari sebuah agen dengan tenaga reduksi kuat, yang secara termodinamis mampu mereduksi CO2 di dalam fotosistem II dari air dengan pelepasan O2, jika sebuah molekul pigmen menyerap sebuah foton masuk ke dalam sebuah keadaan tereksitasi, karena satu elektronnya pada keadaan dasar pindah ke orbit (Anwar, 1984).
Orang yang pertama kali menemukan fotosintesis adalah Jan Ingenhousz. Fotosintesis merupakan suatu proses yang penting bagi organisme di bumi, dengan fotosintesis ini tumbuhan menyediakan bagi organisme lain baik secara langsung maupun tidak langsung. Jan Ingenhosz melakukan percobaan dengan memasukkan tumbuhan Hydrilla verticillata ke dalam bejana yang berisi air. Bejana gelas itu ditutup dengan corong terbalik dan diatasnya diberi tabung reaksi yang diisi air hingga penuh, kemudian bejana itu diletakkan di terik matahari. Tak lama kemudian muncul gelembung udara dari tumbuhan air itu yang menandakan adanya oksigen (Kimball, 1993).
Pada tahun 1860, Sach membuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan amilum. Dalam percobaannya tersebut ia mengguanakan daun segar yang sebagian dibungkus dengan kertas timah kemudian daun tersebut direbus, dimasukkan kedalam alkoholdan ditetesi dengan iodium. Ia menyimpulkan bahwa warna biru kehitaman pada daun yang tidak ditutupi kertas timah menandakan adanya amilum (Malcome, 1990).
Fotosistem ada dua macam, yaitu fotosistem I dan fotosistem II. Fotosistem I tersusun oleh klorifil a dan klorifil b dengan perbandingan 12:1 dan tereksitasi secara maksimum oleh cahaya pada panjang gelombang 700 nm. Pada fotosistem II perbandingan klorofil a dan klorofil b yaitu 1:2 dan tereksitasi secara maksimum oleh cahaya pada panjang gelombang 680 nm (Syamsuri, 2000).
Fotosintesis merupakan proses sintesis senyawa organik (glukosa) dari zat anorganik (CO2 dan H2O) dengan bantuan energi cahaya matahari. Dalam proses ini energi radiasi diubah menjadi energi kimia dalam bentuk ATP dan NADPH + H yang selanjutnya akan digunakan untuk mereduksi CO2 menjadi glukosa.
6CO2 + 6H2O          C6H12O6+6O2+Energi
Tergantung pada bahan yang digunakan, maka jumlah mol Co2 yang dilepaskan dan jumlah mol O2 yang diperlukan tidak selalu sama. Persamaan reaksi kimia respirasi merupakan kebalikan dari reaksi kimia fotosintesis (Syamsuri, 2000).


E.     HIPOTESIS
Cahaya sangat dibutuhkan dalam proses fotosintesis.



F.     ALAT DAN BAHAN

1.      Tanaman sehat
2.      Kertas grenjang/ alumiunium foil dan klip
3.      Kompor / pemanas
4.      Alcohol 96 % dan air
5.      Beker gelas besar ( 1000 ml ) dan kecil ( 500 ml )
6.      Vilet dan pipet tetes
7.      Larutan lugol / iodine / obat merah
8.      Larutan amilum 1 %



G.    TABEL HASIL PENGAMATAN

v   Topik 15
No
Pengamatan pada daun
Gejala
Keterangan
1.
Daun berwarna merah
Hijau : Putih

Merah : Tetap Merah

2.
Daun ditempat terang
Bagian yang ditutup: Putih

Bagian yang tidak ditutup: Ungu

3.
Daun ditempat gelap
Bagian yang ditutup: Putih

Bagian yang tidak ditutup: Ungu



H.       PEMBAHASAN
Pada percobaan kali ini langkah-langkah yang digunakan yaitu pada malam hari sebelum praktikum dimulai praktikan menutup sebagian daun dengan kertas timah atau alumunium foil. Perbedaan antara kedua topik ini yakni, pada topik ke 12  setelah daun dipetik kemudian daun tersebut dimasukkan ke dalam air mendidih terlebih dahulu sebelum kemudian di masukkan ke dalam alkohol dan dipanaskan. Sedangkan pada topik ke 15, daun yang sudah dipetik kemudian langsung dimasukkan ke dalam beker gelas yang berisi alcohol 96 % dan kemudian dipanaskan dalam air mendidih.  Alcohol disini digunakan karena fungsinya  untuk melarutkan klorofil. Setelah daun berwarna putih kemudian diangkat atau menghentikan pemanasan. Kemudian menetesi permukaan daun dengan lugol ( yod-Kl ) dan mengamati warna yang mucul di permukaan daun antara bagian daun yang tertutup dengan bagian daun yang terbuka.pada topik ke 15 langkah-langkah nya tidak berhenti di sini, setelah bagian daun yang ditetesi lugol itu teramati warna permukaan daun antara yang bagian daun yang tertutup dan bagian daun yang terbuka kemudian menetesi beberapa tetes larutan amilum 1 % dan mengamati warna yang terbentuk.
Pada daun ditempat terang, setelah ditetesi lugol warnanya berubah dari putih menjadi biru. Warna ungu ini karena daun mengandung amilum, peristiwa ini terjadi karena daun sudah terkena  cahaya matahari. Hal ini menandakan bahwa cahaya sangat berperan dalam peristiwa fotosintesis, dimana cahaya yang diterima dengan bebas tanpa adanya suatu penghalang, maka akan membuat perubahan pada daun. Namun bagian daun yang ditutupi dengan aluminium foil tetap berwarna putih karena tidak terkena cahaya matahari.
Pada daun ditempat gelap, daun yang ditutupi dengan aluminium foil, tetap berwarna putih sedangkan yang tidak ditutupi berwarna ungu, karena walaupun ditempat yang gelap, tumbuhan ini tetap mendapat cahaya matahari.
Pada tumbuhan yang berwarna merah memiliki bagian samping yang berwarna hijau, namun setelah di rebus dengan alcohol dan diberi lugol. Warna merah tetap berwarna merah namun pada bagian yang berwarna hijau menjadi warna putih. Warna merah ini tidak berubah karena kandungan tersebut merupakan karotenoid dan pada tidak terjadi perubahan warna pada saat ditetesi lugol karena pada daun yang berwarna hijau tetap putih setelah diberi alcohol sebab daun ini tidak terkena cahaya matahari atau ditempat gelap.



I.      KESIMPULAN
Hasil pengamatan di peroleh bahwa warna daun setelah diberi perlakuan seperti diatas berubah menjadi pucat untuk bagian yang tertutup dengan kertas aluminium foil dan bagian yang tidak ditutup menjadi berwarna ungu. Warna ungu menandakan bahwa telah terjadi proses fotosintesis yang telah terbentuk amilum yang berwarna cokelat jika bereaksi dengan larutan lugol. Hal ini menandakan bahwa cahaya sangat berperan dalam peristiwa fotosintesis, dimana cahaya yang diterima dengan bebas tanpa adanya suatu penghalang, maka akan membuat perubahan pada daun.






DAFTAR PUSTAKA
Salisburry dan Ross. 1991. Fisiologi Tumbuhan Dasar. Bandung: ITB.

Suyitno. 2010. Petunjuk Praktikum Fisiologi Tumbuhan Dasar. Yogyakarta : FMIPA     UNY.


Blogroll

Blogger templates

About